Pemikiran beberapa tokoh tentang Konsep Pendidikan Prasekolah (bagian 1)

Dua bulan yang lalu Buncil mendapat tugas membua ringkasan tentang Konsep Pendidikan Prasekolah dari berbagai tokoh. Nah, yang bikin buncil dan teman-teman geleng-geleng adalah ternyata jauh beberapa ratus tahun yang lalu, tokoh-tokoh barat pun mengakui betapa pentingnya peran ibu dan keluarga dalam mendidik anak terutama anak usia dini. Bukankah Islam memang mengajarkan begitu jauh sebelum para tokoh-tokoh berikut ini lahir.

Berikut ringkasannya:

A. PENGARUH TOKOH ABAD KE-18 DAN SEBELUMNYA

1. MARTHIN LUTHER (1483-1546)

  • Ia menganggap pentingnya wajib belajar ( membaca dan menulis )
  • Tujuan utama dari sekolah adalah mengajarkan agama
  • Setiap orang harus mampu membaca kitab suci dalam bahasa ibunya
  • Keluarga merupakan institusi yang paling penting bagi pendidikan anak
  • Mendorong para orang tua untuk membimbing anak dalam pendidikan agama sejak di rumah
  • Pembaharuan lembaga keagamaan akan mempengaruhi system pendidikan pula

2. JEAN-JACQUES ROUESSEAU (Swiss, 1712-1778)

  • Dalam bukunya yang berjudul EMILE tidak hanya memberikan pandangan yang berorientasi pada pendidikan saja, tetapi juga menunjukan pemikiran yang berorientasi pada politik. Dikatanya bahwa “ Tuhan menciptakan segalanya baik; adanya campur tangan manusia menjadikannya jahat ”
  • Rosseau menyarankan ‘ kembali ke alam ’ dan pendekatan yang bersifat alamiah dalam pendidikan anak yang dikenal dengan naturallisme agar anak berkembang tanpa hambatan
  • Ia menolak pemakaian seragam, wajib hadir, keterampilan dasar yang minimum, tes yang distandarisasi dan kemampuan pengelompokan karena semuanya berorientasi pada hal-hal yang bersifat tidak alamiah
  • Pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memacu berkembangnya kualitas semacam kebahagiaan, spotanitas, dan rasa ingin tahu
  • Segala yang tidak ada sejak seseorang dilahirkan dan dibutuhkan pada saat perkembangaannya akan diperolehnya dalam pendidikan yang akan didapat dari alam, manusia, atau dari benda
  • Walaupun kita telah melakukan kontrol terhadap pendidikan yang diperoleh dari pengalamn sosial dan sensoris, kita tetap tidak dapat mengontrol pertumbuhan yang alami
  • Konsep ‘ unfolding ’ diman bawaan dari anak mennuju apa yang akan terjadi. ‘ unfolding ’ adalah hasil dari kematangan yang dikaitkan dengan jadwal perkembangan yang sifatnya bawaan
  • Ibu dapat menjamin pendidikan secara alamiah
  • Menganjurkan agar para ibu kembali mau menyusui anaknya sendiri
  • Orang tua perlu memberi kebebasan kepada anak agar mau berkembang secara alamiah

3. JOHAN HEINDRICK PESTALOZZI (Swiss, 1746-1827)

  • Bahwa pendidikan sebaiknya mengikuti sifat-sifat bawaan anak
  • Pendidikan anak lebih bersifat belajar bersama daripada mengajar secara otoriter
  • Segala bentuk pendidikan berdasarkan pengaruh dari panca indra dan melalui pengalamannya potensi-potensi yang dimiliki dapat dikembangkan
  • Bahwa gurulah yang paling baik untuk mengajar anak
  • Pengelompokan pendidikan yang terdiri dari berbagai tahapan usia di sekolah linkungan rumah dianggap pusat kegiatan para ibu dalam mendidik anak
  • Anak-anak juga harus diajarkan berbagai keterampilan yang kelak menjadi bidang pekerjaan

B. PENGARUH DARI TOKOH ABAD KE-19 DAN KE-20

1. FRIEDERICH WILHELM FROEBEL (Jerman, 1782-1852)

  • Froebel dianggap sebagai ayah dari pendidik anak usia bayi, selain itu dikenal karena menciptakan “GARDEN OF CHILDREN” atau “KINDERGARTEN” (Taman Kanak-kanak) yang berarti dalam kebun milik anak di Blakenburg, Jerman. Model rancangan sekolah Froebel di kemudian hari mempengaruhi rancangan sekolah di seluruh dunia.
  • Merupakan perluasan dari pandangannya terhadap dunia dan pemahamannya tentang hubungan individu, Tuhan, dan alam. Masing-masing individu merefleksikan keseluruhan dari budaya mereka.
  • Pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Ia menggunakan taman sebagai suatu simbol dari pendidikan anak. Apabila anak mendapat pengasuhan yang tepat, ia akan berkembang secara wajar dan mengikuti hukumnya sendiri. Bermain dipandang sebagai suatu metode dari pendidikan dan cara dari anak untuk meniru kehidupan orang dewasa dengan wajar.
  • Pengenalan diperoleh melalui pengalamannya. Dengan demikian kegiatan bermain yang tidak berstruktur akan sangat berbahaya. Anak yang dibiarkan dengan penympangannya tidak akan belajar banyak. Tanpa bimbingan dan pengarahan serta perencanaan lingkungan yang baik, akan mengakibatkan cara belajar yang salah.
  • Guru bertanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan. Dengan demikian anak menjadi kreatif. Ia mengembangkan kurikulum pendidikan pra sekolah yang terencana dan sistematis.
  • Bahwa belajar melalui bermain itu penting.

2. JOHN DEWEY (Amerika, 1859-1952)

  • Teori ‘Progressivism’ lebih menekankan pada anak didik dan minat anak daripada mata pelajarannya sendiri, yang kemudian memunculkan pengertian ”child centered curriculum” dan ”child centerd schools”
  • Sekolah sebaiknya mempersiapkan anak guna menghadapi kehidupan masa kini, bukan masa yang akan datang yangbelum jelas.
  • Anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan fisik yang tercermin dalam kegiatan lari, melompat, dan segala macam gerakan atau aktifitas untuk memulai proses pendidikan dan kemudian mengembangkan minatnya dalam bidang yang lain.
  • Anak yang lebih berkembang akan belajar menggunakan alat-alat dan objek.
  • Minat dikaitkan dengan kegiatan seperti memasak dan pertukangan.
  • Minat terhadap hal-hal yang bersifat sosial dinyatakan dengan bagaimana seseorang melakukan hubungan interpersonal.

3. MARIA MONTESSORI (Itali, 1870-1952)

  • Montessori memandang perkembangan anak usia dini sebagai proses yang berkesinambungan. Ia juga memahami pendidikan sebagai aktivitas diri, mngarah pada pembentukan kedisiplinanpribadi, kemandirian dan pengarahan diri
  • Montessori memandang persepsi anak terhadap dunia anak dilatih sehingga dapat menemukan hal-hal yang bersifat ilmu pengetahuan, sehubungan dengan hl tersebut montesori merancang sejumlah materi yang memungkinkan indra seseorang anak dikembangkan. Denga menggunakan alat yang memungkinkan seseorang mengoreksi diri, anak akan menjadi sadar erhadap sebagai macam ransangan yang kemudian diorganisasikan dalam pikirannya
  • Bila anak belajar tentang suara (melalui pendengarannya), montessori merancang satu kumpulan kotak.semua kotak  tersebut sama, tetapi masing-masing kotak berisi bahan yang berbeda-beda, sehingga digoyangkan akan mengeluarkan suara tidak sama. Suara satu kotak tidak sama dengan suara kotak lain bila digoyangkan .selanjutnya monntessori merancang alat belajar untuk meningkatkan fungsi penglihatan, penciuman, pengecap, dan perabaan dengan cara yang sangat khas dan usia dengan prinsip koreksi diri
  • Pendidikan jasmani yang mengembangkan alat-alat,berkebun,dan belajar tentang alam juga termasuk dalam pendidikan montassori.untuk kegiatan yang dilakukan dalam pendidikan montassori,umumnya menggunakan berbagai alat yang dirancang secara khusu. Bahan untuk belajar menghitung,diajarkan aritmatika pada anak membaca dan menulis diajarkan secara bersamaan dengan menggunakan kertas amplas yang dibentuk huruf-huruf.montassori rercaya bahwa sebaiknya membaca diajarkan pada anak pada usia dini. Priode yangdianggap tepat adalah pada usia 2-6 tahun, karena masa tersebut dianggap sebagai masa sensitif untuk belajar membaca (montessori, 1965 dalam spodek,1991)

4. McMILLAN BERSAUDARA (London, 1911)

  • Masalah Kesehatan Dan Sosial Perlu Dikoreksi Dan Dilakukan Pencegahan Melalui Pengasuhan Dan Pendidikan Yang Tepat
  • Anak-anak mendapat kesempatan mengembangkan kreatifitas melalui kegiatan yang ekspresif bermain, seni dan gerakan

5. JEAN PIAGET (Swiss, 1896-1980)

Piaget adalah ilmuwan dari Swiss yang paling terkenal dan paling berpengaruh dalam teori yang mendukung pendidikan masa kini. Sebenarnya Piaget adalah seorang ahli dalam Biologi dan kemudian tertarik dalam cara anak berpikir.

Piaget menjelaskan tiga cara bagaimana anak sampai pada mengetahui sesuatu

  • melalui interaksi sosial yaitu mempelajari sesuatu dari manusia lain
  • melalui pengetahuan fisik yaitu mengetahui sifat fisik dari benda
  • logika mathematical yaitu pengertian tentang angka, serasi, klasifikasi, waktu, ruang, dan konservasi

3 Comments

Filed under pendidikan

3 responses to “Pemikiran beberapa tokoh tentang Konsep Pendidikan Prasekolah (bagian 1)

  1. Alhamdulillah Tulisan ini sangat bermanfaat bagi saya, dan dapat membantu saya untuk menyampaikan materi kurikulum untuk teman-teman Guru Taman Kanak-kanak se Aceh dalam kegiatan komferensi IGTKI Provinsi Aceh. terima kasih atas semua ini semoga Allah melimpahkan rahmatNYA untuk kita semua. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s