Sebuah Syair tentang Anak

“Adab bermanfaat bagi anak selagi masa dini
dan tiada lagi berguna setelah dia dewasa
ranting kecil kan lurus jika engkau meluruskannya
tidak begitu adanya jika dia menjadi batang.”

Periode-periode awal dari kehidupan anak merupakan periode yang paling penting dan sekaligus rentan. Ini merupakan periode awal untuk berkata dan meniru. Anak belajar dasar-dasar akhlak sejak tahun-tahun pertama dalam kehidupannya dari ayah dan ibu serta orang-orang dewasa di sekitarnya. Dia menerima nilai-nilai moral dari orang-orang dewasa, tanpa mendebat, menyaring, dan menentangnya. Dengan kata lain, dia menerimanya dengan lapang dada. Maka dari itu kita harus memiliki akhlak-akhlak Islam yang terpuji, agar kita mudah mengarahkan anak-anak, agar kita mampu menumbuhkan prinsip-prinsip Islam di dalam diri anak-anak, yang dimulai dengan cara melihat secara langsung, lalu disusul dengan perkataan dan pengarahan.

Teladan yang baik merupakan landasan yang fundamental dalam membentuk anak, baik dalam segi agama maupun akhlak. Anak tidak melihat kecuali orang-orang di sekitarnya dan tidak meniru kecuali orang-orang di sekitarnya pula. Jika dia melihat kebaikan, maka dia akan menirunya dan tumbuh kebaikan itu. Jika dia melihat keburukan, maka dia akan menirunya dan tumbuh pada keburukan itu. Jika sudah begitu, tentu sulit merubah dan meluruskannya.

sumber: buku ENSIKLOPEDI WANITA MUSLIMAH karangan Haya Binti Mubarok Al-Barik

Leave a comment

Filed under artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s