Konsep mendidik anak ala Supernanny

Ini bukan serial drama The Nanny, hehe. Tapi ini adalah reality show yang Nanny-nya akan datang pada anak bermasalah dan mencoba memberikan solusi-solusi supaya si anak ga bandel lagi. Berikut beberapa yang dianjurkan The Nanny pada orang tua :

  • Mengajarkan anak untuk tidur sendiri. Ini gampang-gampang susah. Pertama sebelum tidur, dipamitin (mengucapkan selamat tidur), didongengin juga bisa. Kalau parah banget, ada cara khusus. Yaitu orang tuanya duduk di dekat tempat tidur sampe anaknya tertidur. Tapi tiap malam jarak antara tempat tidur dan jaraknya duduk semakin jauh, dan kalo sudah duduknya di dekat pintu, malam selanjutnya bisa ditinggal, hehe
  • Mengajarkan ke toilet sendiri (bagi anak yang suka ngompol), khususnya untuk anak cowo. Sebaiknya ayahnya yang mengajarkan ke toilet, kalau anaknya cowo. Lalu dibuatkan toilet untuk cowok dari kaleng di dekat tempat tidurnya. Jadi dibilangin, kalau mau buang air kecil di tempat ini. Tenang saja, ini mengajarkan untuk tidak ngompol. Karena mungkin saja kalau malem kebelet pipis, dia ga mau ke toilet karena dingin. Jadi sifatnya ini sementara. Kalau sudah tidak ngompol baru kalengnya diambil dan diajarin pergi ke toilet sendiri.
  • Kalau bilang sesuatu ke anak dengan menggunakan kalimat positif saja. Jadi usahakan meminimalisir penggunaan, “Jangan..nanti mama marah”. Kalau bisa diganti jadi, “Biar mama senang, gini saja…” Kan terdengarnya pun lebih bagus Karena anak kecil itu mudah sekali meniru. Saya juga berencana ga ngatain yang jelek-jelek ke anak. Misalnya bilang nakal atau bandel, bilang aja gemesin, hehe Karena sebenarnya anak juga ga bermaksud nakal kan? Mereka cuma rasa ingin tahunya besar, hehe. Masak iya sih anak sendiri mau dikata-katain jelek? hoho
  • Mengajarkan untuk membantu pekerjaan rumah. Jadi siapa yang membantu akan dikasih point. Point yang terkumpul sampai yang ditentukan, akan mendapat hadiah
  • Kalau nakaaaal sekali, baru didudukkan di kursi nakal sebagai hukuman. Dan setelahnya anak itu dinasehati dan diajarkan untuk bilang, “maaf”. Satu hal lagi, kalau menasehati anak kecil, tinggi orang tuanya harus sama dengan anaknya. Jadi orang tuanya ya jongkok gitu. Kenapa? karena katanya “The Nanny” kalau orang tua lebh tinggi saat menasehati anak, akan tidak bagus untuk psikologi anak. Anak akan menganggap orang tua seperti monster, hoho

Leave a comment

Filed under psikologis anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s