9 Karakter Positif Penunjang Keberhasilan Akademik

Wanita (ibu) adalah guru pertama bagi sang anak sebelum orang lain. Sejak ditiupkan ruh bahkan jauh sebelum bayi ada dalam kandungan, proses pendidikan sudah dimulai. Peran apapun yang disandang oleh para ibu tetap saja tidak menjadikan bergesernya tugas pendidikan bagi putra-putrinya kepada orang atau pihak lain. Seorang penyair mengatakan bahwa:” Ibu adalah madrasah, jika engkau dapat mempersiapkannya maka sesungguhnya engkau telah mempersiapkan bangsa yang berketurunan baik”. Subhanallah begitu berat dan mulia tugas seorang ibu sehingga Allah memberi imbalan surga bagi ibu yang telah menjalankan perannya dengan benar.

Bagi seorang ibu baik yang memilih jalur formal ataupun non formal bagi pendidikan putra-putrinya tetap saja harus meyakini bahwa keberhasilan pendidikan sesungguhnya dimulai dari keluarga. Menurut Ibu Ery Sukresno, seorang psikolog yang bergerak di bidang dunia anak dan pendidikan, yang paling penting dalam mendukung proses belajar anak adalah membangun karakter positif anak. Dan ini merupakan tugas utama orang tua.

Pada dasarnya anak itu fitrahnya sudah memiliki semua potensi kebaikan dalam dirinya. Hanya saja perlu bantuan orang tua agar anak bisa mengeluarkan kebaikan-kebaikan yang terpendam dalam dirinya tersebut. Kalau anak terlihat ‘nakal’ bagi kita sebenarnya bukan karena anak memiliki jiwa kriminal melainkan hanya karena mereka masih lugu, belum tahu ataupun karena anak memang senangnya yang enak-enak saja.

9 Akhlak (Karakter Positif) yang akan mendukung keberhasilan anak melalui proses akademik menurut bu Ery adalah sebagai berikut :

  1. Rasa Percaya Diri
    Rasa PD bisa dilatih dengan cara memberikan pilihan bagi anak terutama ketika kita ingin anak melakukan sesuatu dan kesempatan melakukan pekerjaan sederhana sendiri.
    Ketika kita ingin menyuruh anak mandi misalnya ketika anak menolak kita bisa memberikan pilihan ” Dek, mau mandi air dingin atau air hangat?”. Dan ketika dia sudah memilih hargai apapun pilihannya jangan mengkritik dengan berkata misalnya ” yah kok air hangat kan umi repot masaknya!”. Ini akan kembali menjatuhkan mental anak.
  2. Rasa Ingin Tahu
    Ketika anak tidak lagi punya rasa ingin tahu maka proses belajarnya terhenti karena dia merasa sudah cukup dan tidak ingin tahu apa-apa lagi. Oleh karenanya kita harus selalu memumpuk rasa ingin tahu yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada semua anak.
    Caranya berusaha menjawab semua pertanyaan anak, kalau tidak bisa ajak dia ikut mencari jawaban tersebut. Kita juga bisa mengajarkan anak mengajukan berbagai pertanyaan terhadap satu topik dengan pertanyaan yang diawali Apa, Mengapa, Bagaimana, Kapan, Siapa, Berapa lama dan Berapa Biaya membuatnya.
  3. Motivasi
    Motivasi sebaiknya berasal dari dalam diri sendiri bukan karena dia ingin menyenangkan orang tua ataupun karena hadiah. Oleh karena itu ketika kita ingin anak melakukan sesuatu jangan diimingi-imingi hadiah sebelumnya atau dengan amarah sehingga anak melakukannya hanya karena ingin menghindari amarah kita.
    Selain itu kita juga bisa meminimalkan memberi perintah kepada anak, biarkan anak yang mengambil keputusan mengenai apa yang seharusnya dia lakukan berdasarkan fakta yang ada. Misalkan alih-laih berkata ” dek, beresin dulu mainannya sekarang!” Kita bisa ganti dengan ” dek, rumah kita berantakan yah, mainanmu berserakan. Gimana caranya supaya rumah kita ngga berantakan lagi”?. Jadi ide membereskan mainan itu akan datang dari dia sendiri.
  4. Kemampuan Kontrol diri
    Kemamapuan kontrol diri akan didapatkan anak jika dia diberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya. Jadi ketika anak marah biarkan anak marah selama dia tidak merusak barang ataupun memukul. Anak boleh mengungkapkan semua perasaannya orang tua lah yang akan membantu anak mengekspresikan dengan cara yang benar.
  5. Kemampuan Kerja Sama
    Kerjasama bisa dilatih dengan banyak hal misalkan saja dengan membuat kue bersama-sama ibu dan adik ataupun membangun menara yang tinggi dengan teman. Tunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama akan lebih cepat selesai.
  6. Mudah Bergaul
    Anak kuper sering menajdi masalah bagi orang tua. Orang tua seringkali khawatir kalau anak tidak mudah bergaul walaupun pada kenyataannya anak usia 2 tahun belum bisa bermain bersama. agar anak mudah bergaul anak diberikan kesempatan bertemu dengan orang lain tidak hanya teman sebaya tetapi juga teman berbagai usia dan orang dewasa. Bu ery mengingatkan anak berumur dibawah 4 tahun harus ditemani oleh orang dewasa ketika ingin bermain dirumah temannya karena anak usia dini masih mau enaknya sendiri tanpa memperdulikan aturan-aturan yang berlaku.
  7. Mampu Berkonsentrasi
    Tips sederhana yang diberikan bu Ery agar anak bisa berkonsentrasi adalah dengan memegang anak serta meminta anak menatap mata kita ketika kita berbicara padanya.
  8. Empati
    Ketika kita ingin anak berempati kita harus mengenalkan berbagai jenis perasaan kepada anak. Sedih, marah, takut, kecewa, cemas, bahagia dan sebagainya. Sehingga anak bisa membaca perasaan orang lain dan kemudian mencoba berempati.
    Untuk kegiatan kongkrit setiap malam takbiran anak-anak Bu Ery akan berkeliling Jakarta untuk memberikan hadiah bagi para pemulung.
  9. Kemampuan Berkomunikasi
    Ketika berkomunikasi dengan anak hindari bahasa bayi misalkan ” Adek mau maem, ya?”. Ketika anak salah mengucapkan sesuatu kita tidak perlu mengkritiknya tapi langsung mencontohkan yang benar. “ooo, adek mau makan, ya?”
    Tips lain dari bu Ery adalah kita sebaiknya tidak memberikan apa yang diperlukan anak sebelum dia memintanya sendiri.

Semua karakter postif tersebut tidak bisa dibangun dengan cara hanya menonton VCD, membaca buku ataupun hanya berupa nasehat dari orang tua. Anak perlu diberikan kegiatan kongkrit untuk setiap Karakter. Dan yang paling penting contoh utama kita adalah Rasulullah SAW. (dari berbagai sumber)

artikel dari ilmarifat blog

    Leave a comment

    Filed under artikel

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s