Edukasi Sains Anak Indonesia

Bagi yang ingin mengetahui info seputar edukasi/pendidikan sains untuk anak-anak, silakan kunjungi blog ini :

https://edukasisainsanakindonesia.wordpress.com

Dan bisa juga di fanpage facebook :

https://www.facebook.com/edukasi.sains.anak.indonesia

Terima kasih ๐Ÿ™‚

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Mendo’akan Anak Ciri Pendidik Ideal

di copas dari:ย  http://almanhaj.or.id/content/2986/slash/0/mendoakan-anak-ciri-pendidik-ideal/

Oleh
Al Maghriby bin As Sayyid Mahmud Al Maghriby

Allah Azza wa Jalla berfirman.

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽูƒูŽ ุนูุจูŽุงุฏููŠ ุนูŽู†ูู‘ูŠ ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู‚ูŽุฑููŠุจูŒ ุฃูุฌููŠุจู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุงู„ุฏูŽู‘ุงุนู ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงู†ู

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka(jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoโ€™a apabila ia memohon kepada-Ku. [Al Baqarah : 186]

Allah Azza wa Jalla berfirman.

ุฃูŽู…ูŽู‘ู† ูŠูุฌููŠุจู ุงู„ู’ู…ูุถู’ุทูŽุฑูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุดููู ุงู„ุณูŽู‘ูˆุกูŽ

Atau siapakah yang memperkenankan (Doโ€™a) orang yang dalam kesulitan apa bila ia berdoโ€™a kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan. [An Naml : 62]

Dari Nuโ€™man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู

Berdoa itu adalah Ibadah. [1]

Wahai para pendidik, doa sangat memberi manfaat kepada anak dan menambah keteguhan dan kesolehan mereka serta orang akan selalu mendapat hidayah dan petunjuk kepada jalan yang lurus.

Oleh sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita agar selalu berdoa untuk kebaikan anak, sebab doa akan menambah keberkahan dan kebaikan pada anak. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kepada kita mendoakan buruk atas anak sebagaimana Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู…ููˆูŽุงู„ููƒูู…ู’, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชููˆูŽุงููู‚ููˆู’ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ุฅู„ุงูŽู‘ ูŠูŽุณู’ุฃู„ู ูููŠู’ู‡ูŽุง ุนูŽุทุงูŽุกู‹ ููŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฌููŠู’ุจู ู„ูŽูƒูู…ู’.

Janganlah kalian berdoa buruk atas dirimu, jangan berdoa buruk atas anakmu, dan jangan berdoa buruk atas hartamu sebab bila kalian tepat pada saat yang dikabulkan Allah ketika kamu meminta suatu permintaan maka Allah akan mengabulkannya.

Seorang laki-laki datang kepada Abdullah Ibnu Mubarak yang mengeluhkan tentang kenakalan anaknya, maka Beliau bertanya kepadanya,โ€ Apakah kamu pernah berdoa buruk atasnya? ia menjawab,โ€Yaโ€. Ibnu Mubarak berkata,โ€ Kamulah yang merusaknyaโ€.

Wahai para pendidik, daripada anda merusak anak maka lebih baik anda menjadi sebab baiknya anak dan datangnya keberkahan dalam hidup mereka lewat cara berdoa baik untuk mereka seperti yang dilakukan oleh pendidik utama, Muhammad dan para rasul serta para nabi.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah merangkulku ke dadanya lalu bersabda.

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ

Ya Allah ajarkanlah kepadanya Al hikmahโ€ dalam riwayat lain โ€œAjarkanlah kepadanya Al Kitab.

Dengan karunia Allah Azza wa Jalla berkat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu menjadi pemuka ulama dan ahli tafsir Al-Qurโ€™an.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdoa untuk kebaikan anak-anak ketika dalam keadaan bepergian, sebab dia pada saat itu sangat dikabulkan. Beliau berdoa.

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงุญูุจูŽ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉูŽ ูููŠ ุงู’ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ู, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุนู’ุซูŽุงุกู ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑู ูˆูŽูƒูŽุขุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุธูŽุฑู ูˆูŽุณููˆู’ุกู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฃู‡ู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู.

Ya Allah Engkau adalah teman dalam perjalanan, pengganti di keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan perjalanan, kegelisahan penungguan dan buruknya kembali pada harta, keluarga dan anak.

Kaum Ibu pernah datang kepada Rasulullah agar Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk anak-anak mereka.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Ummu Sulaim berkata,โ€ Wahai Rasulullah, Anas menjadi pembantumu maka berdoalah kepada Allah untuk kebaikannyaโ€. Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa.

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูุฑู’ ู…ูŽุงู„ูŽู‡ู ูˆูŽูˆู„ูŽุฏูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ุชูŽู‡ู

Ya Allah berikanlah kepada Anas harta dan anak yang banyak dan berkahilah apa-apa yang engkau berikan kepadanya.

Dalam riwayat Bukhari bahwa Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata,โ€ Ummu Sulaim membawaku kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menutupi badanku dengan setengah tudungnya dan setengah selendangnya. Maka ia berkata,โ€ Wahai Rasulullah, anak ini bernama Unais aku membawanya kepadamu untuk menjadi pembantumu, maka berdoalah kepada Allah untuk kebaikannyaโ€. Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa.

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุซูุฑู’ ู…ูŽุงู„ูŽู‡ู ูˆูŽูˆู„ูŽุฏูŽู‡ู

Ya Allah berikanlah kepada Anas harta dan anak yang banyak.

Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata,โ€ Demi Allah hartaku banyak dan sungguh anak dan cucuku sampai seratus orang sejak hari iniโ€.

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Khildah berkata bahwa Abu Aliyah pernah mendengar Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata, โ€œAku membantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepadaku untuk kebaikan maka aku punya kebun buah-buahan yang bisa panen setahun dua kali sementara dalam kebun juga ada pohon raihan untuk bahan minyak kasturiโ€.

Berdoa merupakan perihal yang menjadi ciri utama pendidik yang berhasil yang pasti bisa dipetik buah dan hasilnya sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ุงุฏู’ุนููˆู†ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ู„ูŽูƒูู…ู’

Dan Tuhanmu berfirman: Berdoโ€™alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. [Ghafir : 60]

Dalam memenuhi panggilan Allah tersebut, para nabi dan rasul selalu berdoa untuk kebaikan anak cucu mereka.

Bukanlah kemiskinan yang menjdikan mereka cemas dan risau. Sebab tidak ada kerisauan dan kemalangan yang lebih besar daripada orang yang melepas keimanan demi mengejar dunia yang fana. Melepas iman apapun sebabnya merupakan sebab kecelakaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu para nabi selalu mewanti-wanti kepada keturunan mereka agar senantiasa menjaga benteng iman yang merupakan sebab keberhasilan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.

Allah Azza wa Jalla berfirman ketika menceritakan doa Nabi Ibrahim untuk keturunannya.

ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู…ูู† ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชูู†ูŽุข ุฃูู…ูŽู‘ุฉู‹ ู…ูู‘ุณู’ู„ูู…ูŽุฉู‹ ู„ูŽู‘ูƒูŽ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau. [Al Baqarah : 128]

Lalu firmanNya dalam surat lain, mengisahkan doa Nabi Ibrahim yang lain.

ุฑูŽุจูู‘ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุฏูŽ ุกูŽุงู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽุงุฌู’ู†ูุจู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽู†ููŠูŽู‘ ุฃูŽู† ู†ูŽู‘ุนู’ุจูุฏูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ูŽ

Ya tuhanku,jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman dan jauhkanlahaku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. [Ibrahim : 35]

Juga firman Allah.

ุฑูŽุจูู‘ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู‚ููŠู…ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชููŠ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ ุฏูุนูŽุขุกู

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doโ€™aku. [Ibrahim : 40]

Begitu juga Zakaria berdoa sebagaimana firman Allah.

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ู…ูู† ู„ูŽู‘ุฏูู†ูƒูŽ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุฉู‹ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุฉู‹ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠุนู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุขุกู

Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doโ€™a. [Ali Imran : 38]

Allah Ta’ala juga berfirman mengisahkan sifat-sifat โ€˜Ibadurrahman adalah berdoa untuk kebaikan istri dan keturunannya.

Firman Allah,

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠุฐูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชููŠ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri niโ€™mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan(memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. [Al Ahqaf : 15]

Firman Allah

ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง

Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami , anugerhakanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami) dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertakwa. [Al Furqan : 74]

Wahai para pendidik, berdoalah kepada Allah untuk anak-anakmu terus menerus dan tumbuhkan perasaan bahwa tiada daya dan kekuatan kecuali datang dari Allah karena seluruh taufik hanya datang dari Allah sementara manusia hanya sekedar usaha dan ikhtiar. Marilah kita berdoa dengan penuh khusyuโ€™ dan perasaan tunduk semoga Allah menutup kekurangan, memberi belas kasih kepada yang lemah di antara kita, dan memelihara anak cucu kita. Hendaklah kita membiasakan pola makan, pola minum dan dalam berpakaian yang bersih dan halal. Begitu juga hendaklah berdoa dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengembalikan kedzaliman kepada pemiliknya serta memilih waktu yang mustajab terutama pada saat sujud berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ุฃู‚ู’ุฑูŽุจู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุณูŽุงุฌูุฏูŒ ููŽุฃูƒู’ุซูุฑููˆู’ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู

Saat yang paling dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sedang sujud maka perbanyaklah berdoa. [2]

Dari Abu Umamah berkata, โ€ Pernah Rasulullah ditanya: Kapan doa sangat dikabulkan? Beliau bersabda, โ€Pada waktu pertengahan malam dan setiap selesai shalat wajibโ€.

Wahai saudaraku, jangan lupa perdoa terutama ketika dalam keadaan bepergian berdasarkan hadits dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:

ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฏูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู…ูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจูŽุงุชู ู„ุงูŽ ุดูŽูƒูŽู‘ ูููŠู’ู‡ูู†ูŽู‘, ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู’ู…ู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽูŠ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู.

Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orang tua atas anaknya.

Begitu juga berdoa pada siang hari dan malam hari dari bulan ramadhan serta berdoa pada saat haji dan umrah. Maka berdoalah kepada Allah pada saat itu sementara dalam keadaan sangat yakin bahwa doa anda dikabulkan sehingga Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata,โ€Yang menjadi perhatianku bukan terkabulnya doa akan tetapi perhatian utamaku adalah ilham untuk bisa berdoa sebab orang kalau sudah bisa berdoa maka pengkabulan doa akan bisa diraihโ€.

Demikian semoga bermanfaat.

(Diangkat dari kitab bertajuk โ€œKaifa Turabbi Waladan Salihanโ€ karya Al Akh Al Maghriby bin As Sayyid Mahmud Al Maghriby semoga Allah menjaganya) Ummu Rasyidah)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun VIII/1425H/2004M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ€“ Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Riwayat Abu Dawud
[2]. HR Muslim no.482

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sepuluh Kesalahan Dalam Mendidik Anak

DI COPAS DARI: http://almanhaj.or.id/content/3007/slash/0/sepuluh-kesalahan-dalam-mendidik-anak/

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar, dan termasuk mengkhianati amanah Allah.

Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat.

Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pedidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototipe kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.

BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK
Orang tua memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua orang tuanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syarโ€™i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู† ุชูุคูŽุฏูู‘ูˆุง ุงู’ู„ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanyaโ€ฆ[An Nisaโ€™:58].

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ู„ุงูŽ ุชูŽุฎููˆู†ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุชูŽุฎููˆู†ููˆุง ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahuai. [Al Anfal:27].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽ ูƒูู„ูู‘ูƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ ู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ููŽุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฑูŽุงุนู ูˆูŽ ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ ู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ูˆ ุฑูŽุฌูู„ู ุฑูŽุงุนู ููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽ ู…ูŽุณู’ุคููˆู’ ู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung-jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertangung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. [HR Al Bukhari].

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽุณู’ุชูŽุฑู’ุนูŠู’ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุนููŠูŽู‘ุฉู‹ ูŠูŽู…ููˆู’ุชู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽู…ููˆู’ุชู ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ุบูŽุงุดู ู„ูุฑูŽุนููŠูŽู‘ุชูู‡ู ุฅู„ุงูŽู‘ ุญู‘ุฑูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ

Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin, lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya. [HR Al Bukhari]

SEPULUH KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK
Meskipun banyak orang tua yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih banyak orang tua yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.

Baru kemudian, ketika anak-anak berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan tatanan sosial, banyak orang tua mulai kebakaran jenggot atau justru menyalahkan anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya orang tuanyalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu. Lalai atau salah dalam mendidik anak itu bermacam-macam bentuknya; yang tanpa kita sadari memberi andil munculnya sikap durhaka kepada orang tua, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

1. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak.
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin, dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut; takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutinya. Misalnya: takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita tentang hantu, jin dan lain-lain. Dan yang paling parah, tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakuti-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak akan semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

2. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya: takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka bohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

3. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-Foya, Bermewah-Mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqamah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakan muruโ€™ah (harga diri) dan kebenaran.

4. Selalu Memenuhi Permintaan Anak.
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Misalnya: si anak minta tas baru yang sedang trend, padahal baru sebulan yang lalu orang tua membelikannya tas baru. Hal ini hanya akan menghambur-hamburkan uang. Kalau anak terbiasa terpenuhi segala permintaannya, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak peduli pada nilai uang dan beratnya mencari nafkah. Serta mereka akan menjadi orang yang tidak bisa membelanjakan uangnya dengan baik.

5. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

6. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya, dengan memukul mereka hingga memar, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lain. Ini kadang terjadi, ketika sang anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

7. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran.
Ada juga orang tua yang terlalu pelit kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa kurang terpenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya, mendorong anak-anak itu untuk mencari uang sendiri dengan berbagai cara. Misalnya: dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada orang tua yang tega menitipkan anak-anaknya ke panti asuhan untuk mengurangi beban orang tuanya. Bahkan, ada pula yang tega menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Naโ€™udzubillah min dzalik.

8. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih-Sayang Di Luar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, waโ€™iyadzubillah. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya, ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa senang mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta semu.

9. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.
Banyak orang tua yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Banyak orang tua merasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualitas. Sementara itu, tidak ada upaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Orang tua lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi materi saja. Anak-anak juga membutuhkan perhatian dan kasih-sayang. Bila kasih-sayang tidak didapatkan di rumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

10. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya.
Ada sebagian orang tua yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah mengecek keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman-teman dekat anaknya, atau apa saja aktifitasnya. Sangat percaya kepada anak-anaknya. Ketika tiba-tiba, mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terkena narkoba, barulah orang tua tersentak kaget. Berusaha menutup-nutupinya serta segera memaafkannya. Akhirnya yang tersisa adalah penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan orang tua. Yang mungkin, kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus mencair ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak. Agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang bisa menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdoโ€™a, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi shalih dan shalihah, serta berakhlak mulia. Wallahu aโ€™lamu bishshawaab. (Ummu Shofia)

Maraji:
At Taqshir Fi Tarbiyatil Aulad, Al Mazhahir Subulul Wiqayati Wal โ€˜Ilaj, Muhammad bin Ibrahim Al Hamd.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun VII/1424H/2003M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ€“ Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kurikulum PAUD berdasar Multiple Intelligence

Buncil ingin berbagi tentang materi kuliah “Multiple Intelligence”ย  dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)..

saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang mengembangkan aspek-aspek dalam Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) dalam kurikulumnya, termasuk dalam kurikulum TK.

Sementara buncil hanya bisa berbagi kurikulum Pos PAUD Terpadu
(yang disebut MENU GENERIK) untuk anak usia 4-5 tahun yang indikatornya sudah kami pilah-pilah ke dalam 9 jenis kecerdasan..

Sedangkan untuk kurikulum TK (KBK 2004) .. Insya Allah menyusul…

***

1. KECERDASAN LINGUSITIK

  • Mendengarkan orang tua/teman berbicara
  • Dapat menjadi pembicara dan pendengar yang baik
  • Menirukan kembali 3-4 urutan kata
  • Menyebutkan kata-kata dengan suku awal kata yang sama. Misal: kaki-kaki atau suku kata akhir yang sama, misal: nama-sama, dll
  • Mendengarkan cerita dan menceritakan kembali isi cerita secara sederhana
  • Menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana
  • Bercerita menggunakan kata ganti aku, saya
  • Menunjukkan gerakan-gerakan, misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, melompat, menangis, senang, sedih, dll
  • Menyebutkan posisi/keterangan tempat. Misalnya: di luar, di dalam, di atas, di bawah, di depan, di kiri, di kanan, dll.
  • Menyebutkan waktu (pagi, siang, malam)
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Menceritakan isi buku walaupun tidak sama antara tulisan dan yang diungkapkan
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan symbol yang melambangkannya
  • Menyebutkan bentuk-bentuk benda yang baru dilihatnya
  • Menceritakan informasi tentang sesuatu yang diperoleh dari buku
  • Menceritakan kembali suatu informasi berdasarkan ingatannya
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.

2. KECERDASAN MATEMATIKA-LOGIS

  • Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Misalnya: menurut warna, bentuk, ukuran, jenis, dll.
  • Menunjuk sebanyak-banyaknya benda, hewan, tanaman yang mempunyai warna, bentuk atau ukuran atau menurut cirri-ciri tertentu.
  • Mencoba dan menceritakan apa yang terjadi jika: warna dicampur, proses pertumbuhan tanaman ( biji-bijian, umbi-umbian, batang-batangan) balon ditiup lalu dilepaskan, benda-benda dimasukkan ke dalam air: apakah terapung, melayang, tenggelam, benda-benda yang dijatuhkan (gravitasi), percobaan dengan magnit, mengamati dengan kaca pembesar, mencoba dan membedakan bermacam-macam rasa, bau dan suara.
  • Membilang atau menyebut urutan bilangan minimal dari 1-10.
  • Membilang dengan menunjuk benda ( mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 5).
  • Menunjukkan urutan benda untuk bilangan sampai 5.
  • Mengenal konsep banyak-serdikit, lebih-kurang, sama-tidak sama.
  • Menghubungkan atau memasangkan lambang bilangan dengan benda-benda sampai 5 ( anak tidak disuruh menulis).
  • Menunjuk 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya, yang tidak sama, lebih banyak dan lebih sedikit.
  • Mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran, segi empat, segitiga).
  • Menyebutkan kembali benda-benda yang menunjukkan bentuk-bentuk geometri.
  • Mengerjakan maze ( mencari jejak) yang sederhana.
  • Menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-6 keping).
  • Memasang benda sesuai dengan pasangannya.
  • Membedakan konsep kasar-halus melalui panca indera.
  • Memecahkan masalah sederhana.
  • Menyebutkan konsep depan-belakang-tengah, atas-bawah, luar-dalam, pertana-terakhir-diantara, keluar-masuk, naik-turun, maju-mundur.
  • Membedakan konsep panjang-pendek, jauh-dekat, melalui mengukur dengan satuan tak baku (lankah, jengkal, benang atau tali, dll).
  • Membedakan konsep berat-ringan, gemuk-kurus melalui menimbang benda dengan timbangan buatan dan panca indera.
  • Membedakan konsep penuh-kosong melalui mengisi wadah dengan air, pasir biji-bijian, beras, dll.
  • Membedakan konsep tinngi ke rendah.
  • Membedakan konsep besar kecil.
  • Membedakan konsep cepat-lambat.
  • Membedakan waktu (pagi, siang, malam).
  • Menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu, bulan an tahun.
  • Memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk 2 pola yang berurutan. Misalnya merah, putih, merah, putih, merah,โ€ฆ..

3. KECERDASAN VISUAL SPASIAL

  • Membuat berbagai macam coretan
  • Membuat gambar dan coretan (tulisan) tentang cerita mengenai gambar yang di buatnya
  • Bercerita tentang gambar yang disediakan atau yang dibuat sendiri
  • Membaca gambar yang memiliki kata/ kalimat
  • Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkannya
  • Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil warna, krayon, arang dll) Menggambar bebas dari bentuk lingkaran dan segiempat, menggabar orang dengan lengkap dan sederhana (belum proposional) stempel/mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang, batang pepayah, karet busa,dll.)

  • Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan ukuran besar
  • Mewarnai bentuk gambar sederhana
  • Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk geometri
  • Mencipta bentuk lidi
  • Membatik dan jumputan sederhana
  • Bermain warna dengan berbagai media.Misalnya: Krayon,cat air,dll
  • Melukis dengan jari ( Finger Painting )

4. KECERDASAN MUSIK

  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan yang sederhana
  • Membuat bunyi-bunyi dengan berbagai alat
  • Menciptakan alat perkusi sederhana (misalnya membuat krincingan dari tutup botol)
  • Bertepuk tangan dengan 2 pola untuk membuat irama
  • Menggerakakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ritmik
  • Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama music
  • Menyanyikan lagu secara lengkap
  • Menyanyikan beberapa lagu anak
  • Mencipta mengarang syair lagu
  • Bermain dengan berbagai alat musik perkusi sederhana
  • Mengucapkan syair dari beberapa lagu

5. KECERDASAN KINESTETIK

  • Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough/tanah liat
  • Menjiplak dan meniruย  membuat garis tegak, datar, miring, lengkung dan lingkaran
  • Meniru melipat kertas sederhana (1-6 lipatan)
  • Menjahit jelujur 10 lobang dengan tali sepatu
  • Menggunting bebas
  • Merobek bebas
  • Meronce dengan manic-manik
  • Berjalan ke berbagaiย  cara, isalnya: berjalan maju di atas garis lurus, berjalan di atas papa titian, berjalan ke depan dengan tumit, berjalan ke depan dengan jinjit (angkat tumit), berjalan mendur
  • Melopat ke berbagai arah dega satu atau dua kaki
  • Memanjat,bergantung, dan berayun
  • Berdiri dengan tumit, berjalan di atas stu kaki dengan seimbang
  • Berlari kemudian melompat dengan seimbang tanpa jatuh
  • Berlari dengan berbagai variasi
  • Merangkak dengan berbagai variasi
  • Melakukan gerak keseimbangan pada saatduduk dan berdiri
  • Memutar dan mengayunkan lengan
  • Menarik dan mendorog benda
  • Membungkukkan tubuh
  • Membungkukan badan
  • Melambungkan dan menangkap objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Menangkap dan melempar objek (bola besar,kantong biji, dll)
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) diam ditempat
  • Memantulkan objek (bola besar,kantong biji, dll) sambil berjalan/ bergerak
  • Mencocok dengan pola bantuan guru

6. KECERDASAN INTERPERSONAL

  • Bersikap ramah
  • Meminta tolong dengan baik, mengucapkan salam
  • Berterima kasih jika memperoleh sesuatu
  • Berbahasa sopan dalam berbicara
  • Mau menyapa dan menjawab sapaan dengan ramah
  • Mau mengalah
  • Mau berbagi miliknya dengan misalnya makanan, mainan, dll
  • Meminjamkan miliknya dengan senang hati
  • Sabar menunggu giliran
  • Dapat atau suka menolong

7. KECERDASAN INTRAPERSONAL

  • Tidak mengganggu teman
  • Mampu mengerjakan tugas sendiri
  • Menunjukkan kebanggan terhadap hasil karjanya
  • Menggunakan barang orang lain dengan hati-hati
  • Membersihkan diri sendiri dengan bantuan, misalnya: menggosok gigi, mandi, buang air, dll
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Berhenti bermain pada waktunya
  • Dapat dibujuk
  • Tidak cengeng
  • Mematuhi perintah secara sederhana
  • Dapat dibujuk agar tidak cengeng lagi dan berhenti menangis pada waktunya
  • Mengenal dengan baik jenis permainan yang dipilih sendiri dan menghindari benda-benda berbahaya
  • Mengetahui barang-barang milik sendiri dan milik orang lain
  • Mengembalikan alat permainan pada tempatnya
  • Melaksanakan tata tertib yang ada di sekolah
  • Mengikuti aturan permainan
  • Melaksanakan tugas yang diberikan guru
  • Mengenal dan menjaga barang milik sendiri
  • Dapat memasang kancing atau resleting sendiri
  • Memasang dan membuka tas sepatu
  • Mampu makan sendiri
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Berani pergi dan pulang sendiri
  • Mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan. Misal: makan, mandi, menyisir rambut, mencuci, menggosok/membersihkan sepatu, dan mengikat tali sepatu
  • 4.NATURAL
  • Menyiram tanaman, member makan binatang
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Membuang sampah pada tempatnya

8. KECERDASAN NATURAL

  • Menyiram tanaman, memberiย  makan binatang
  • Membantu membersihkan lingkungannya
  • Membuang sampah pada tempatnya

9. KECERDASAN SPIRITUAL

  • Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
  • Menyanyikan lagu-lagu keagamaan
  • Menirukan gerakan ibadah secara sederhana
  • Menyebutkan waktu beribadah
  • Menyebutkan ciptaan-ciptaan Tuhan. Misal: manusia, bumi, langit, tanaman, hewan

67 Comments

Filed under pendidikan

Ternyata Ayah itu Menakjubkan…

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI….. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. . Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara… Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan” Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri…. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis) ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya” Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu” Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik…. Dan terpenting adalah…

Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

6 Comments

Filed under untuk ayah

Tahap-tahap Perkembangan Anak dalam Meronce

Meronce? Yah, kegiatan meronce adalah salah satu materi yang diberikan pada anak pra sekolah. Kegiatan memasukkan manik-manik ke dalam benang ini merupakan latihan agar anak dapat berkonsentrasi. Dan yang lebih penting lagi adalah merupakan tahapan pra membaca anak. Lho apa hubungannya ya?

Kegiatan meronce sendiri mempunyai beberapa tahap perkembangan. Anak dapat dikatakan siap diajari membaca jika sudah bisa meronce dengan menggunakan pola. Karena pada tahapan ini, anak sudah bisa mulai mengklasifikasikan sesuatu. Suatu tahapan yang diperlukan ketika anak mulai belajar membaca. Karena dalam pelajaran membaca, anak harus bisa membedakan bentuk huruf yang berbeda-beda.

Berikut adalah tahapan dalam meronce.

***************

Kerjasama:

Dit PADU, Ditjen PLSP, Depdiknas

Sekolah Al-Falah, Jakarta Timur

The Creative Center for Childhood Research and Training, Inc

TAHAP 1

Main mengosongkan/mengisi

TAHAP 2

Merangkai: Digunakan sebagai bahan main peran (misal: kalung, menuntun anjing)

TAHAP 3

Merangkai terus menerus

TAHAP 4

Merangkai berdasarkan warna

TAHAP 5

Merangkai berdasarkan bentuk

TAHAP 6

Merangkai berdasarkan pengelompokan bentuk/warna

TAHAP 7

Merangkai berdasarkan warna, bentuk DAN ukuran

TAHAP 8

Membuat pola sendiri

TAHAP 9

Membaca pola kartu dari bermacam macam tingkat kesulitan

5 Comments

Filed under Uncategorized

Tahap-tahap Perkembangan Anak dalam Menulis

Assalamu’alaykum

Wah,rupanya uda 1 bulanan lebih buncil nggak posting di sini.

Kali ini buncil ingin berbagi materi kuliah tentang tahapan menulis pada anak.

semoga bermanfaat !!!

karena buncil belum ijin pada sumber pemberi materi, mungkin sebaiknya buncil harus mencantumkan sumbernya..

****

Tulisan dihasilkan olehย  anak Sekolah Al-Falah. Materi didapatkan melalui penelitian yang dilakukan oleh Creative Center for Childhood Research and Training, Inc.ย  (CCCRT)

Kerjasama:

Dit PADU, Ditjen PLSP, Depdiknas

Sekolah Al-Falah, Jakarta Timur

The Creative Center for Childhood Research and Training, Inc.

TAHAPย  1

Coretan awal; coretan acak; coretan-coretan seringkali digabungkan seolah-olah โ€œkrayonโ€ tidak pernah lepas dari kertas

TAHAP 2

Coretan terarah; tanda-tanda tertentu (seperti garis-garis atau titik-titik) diulang-ulang; biasanya bentuk lonjong; tanda-tanda itu belum berhubungan.

TAHAP 3

Pengulangan Garis dan Bentuk

TAHAP 4

Berlatih huruf. Anak-anak biasanya sangat tertarik huruf-huruf dalam nama mereka sendiri.

TAHAP 5

Menulis nama

TAHAP 6

Menyalin Kata-kata yang Ada di Lingkungan. Kata-kata yang terdapat pada poster di dinding atau dari kantong kata sendiri.

TAHAPย  7

Menemukan Ejaan. Anak usia lima – enam tahun ini telah menggunakan konsonan awal (L untuk Love). Konsonan awal, tengah dan akhir untuk mewakili huruf (DNS) pada kata dinosaurus.

TAHAP 8

Ejaan Baku.

Usaha-usaha mandiri untuk memisahkan huruf dan mencatatnya dengan benar menjadi kata lengkap.

3 Comments

Filed under psikologis anak

Memo from Child to Parents

1. Donโ€™t spoil me. I know quite well that I ought not to have all I ask for. I am only testing you

2. Donโ€™t be afraid to be firm with me. I prefer it, it makes me feel secure

3. Donโ€™t let me form bad habits. I have to rely on you to detect them in the early stages

4. Donโ€™t make me feel smaller than I am. It only makes me behave stupidly โ€˜bigโ€™

5. Donโ€™t correct me in front of people if you can help it. Iโ€™ll take much more notice if you talk quietly with me in private

6. Donโ€™t make me feel that my mistakes are sins. It upset my sense of values

7. Donโ€™t protect ne from consequences. I need to learn the painful way sometimes

8. Donโ€™t be too upset when I say โ€œ I hate youโ€. Sometimes it isnโ€™t you I hate but your power to thwart me

9. Donโ€™t take too much notice of my small ailments. Sometimes they get me the attention I need

10. Donโ€™t nag. If you do, I shall have to protect myself by appearing deaf

11. Donโ€™t forget that I cannot explain my self as well as I should like. That is why I am not always accurate

12. Donโ€™t put me off when I ask questions. If you do, you will find that I am stop asking and seek my information elsewhere 13. Donโ€™t be inconsistent. That completely confuses me and makes me lose faith in you

14. Donโ€™t tell me my fears are silly. They are terribly real and you can do much to reassure me if you try to understand

15. Donโ€™t ever suggest that you are perfect or infallible. It gives me too great a shock when I discover that you are neither

16. Donโ€™t ever think that it is beneath your dignity to apologive to me. An honest apology makes me feel surprisingly warm towards you

17. Donโ€™t forget I love experimenting. I couldnโ€™t get along without it, so please put up with it.

18. Donโ€™t forget how quickly I am growing up. It must be very difficult for you to keep pace with me, but please do try

19. Donโ€™t forget that I donโ€™t thrive without lots of love and understanding, but I donโ€™t need to tell you, do I ?

20. Please keep yourself fit and healthy. I need you

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Anak Mencoret Mobil Ayahnya

Buncil copas dari Notes-nya Mugia Rahayu

*********
Sepasang suami isteri โ€“ seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Yaโ€ฆ karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, โ€œKerjaan siapa ini !!!โ€ โ€ฆ. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan โ€˜ Saya tidak tahu..tuan.โ€ โ€œKamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?โ€ hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata โ€œDita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik โ€ฆkan!โ€ katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apaโ€ฆ Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. โ€œOleskan obat saja!โ€ jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. โ€œDita demam, Buโ€โ€ฆjawab pembantunya ringkas. โ€œKasih minum panadol aja ,โ€ jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. โ€œSore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siapโ€ kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. โ€œTidak ada pilihan..โ€ kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akutโ€ฆโ€Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawahโ€ kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. โ€œAyah.. ibuโ€ฆ Dita tidak akan melakukannya lagiโ€ฆ. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagiโ€ฆ Dita sayang ayah..sayang ibu.โ€, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. โ€œDita juga sayang Mbok Narti..โ€ katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

โ€œAyah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?โ€ฆ Bagaimana Dita mau bermain nanti ?โ€ฆ Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, โ€ katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maafโ€ฆTahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepiโ€ฆ, Namunโ€ฆ., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

2 Comments

Filed under untuk ayah

Tahap Perkembangan Psikososial anak

Menurut Erik Erikson (1963), ada 4 tahap perkembangan psikosial anak, antara lain:

  1. TRUST vs MISTRUST (dari sejak lahir-1 tahun)
    Sikap dasar psikososial yang dipelajari oleh bayi, bahwa mereka dapat mempercayai lingkungannya. Timbulnya trust (percaya) dibantu oleh adanya pengalaman yang terus-menerus, berkesinambungan, adanya pengalaman yang ada kesamaannya dengan ‘trust’ dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi oleh orang tuanya. Apabila anak terpenuhi kebutuhan dasarnya dan apabila orang tuanya memberikan kasih sayang dengan tulus, anak ajan berpendapat bahwa dunianya (lingkungannya) dapat dipercaya atau diandalkan. Sebaliknya apabila pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak memberikan/memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan, tidak konsisten atau sifatnya negatif, anak akan cemas dan mencurigai lingkungannya
  2. AUTONOMY vs SHAME and DOUBT (antara 2-3 tahun)
    Segera setelah anak belajar โ€˜trustโ€™ atau โ€˜mistrustโ€™ terhadap orang tuanya, anak akan mencapai suatu derajat kemandirian tertentu. Apabila โ€˜toddlerโ€™ (1,6-3 tahun) mendapat kesempatan dan memperoleh dorongan untuk melakukan yang diinginkan anak dan sesuai dengan tempo dan caranya sendiri, tetapi dengan supervisi orang tua dan guru yang bijaksana, maka anak akan mengembangkan kesadaran autonomy. Tetapi apabila orang tua dan guru tidak sabar dan terlalu banyak melarang anak yang berusia 2-3 tahun, maka akan menimbulkan sikap ragu-ragu terhadap lingkungannya. Sebaiknya orang tua menghindari sikap membuat malu anak apabila anak melakukan tingkah laku yang tidak disetujui orang tua. Karena rasa malu biasanya akan menimbulkan perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri
  3. INISIATIVE vs GUILT (antara 4-5 tahun)
    Kemampuan untuk melakukan partisipasi dala berbagai kegiatan fisik dan mampu mengambil inisiatif untuk suatu tindakan yang akan dilakukan. Tetapi tidak semua keinginan anak akan disetujui orang tua dan gurunya. Rasa percaya dan kebebasan yang baru saja diterimanya, tetapi kemudian timbul keinginan menarik rencananya/kemauannya, maka timbul perasaan bersalah.
    Apabila anak usia 4-5 tahun diberi kebebasan untuk menjelajahi dan bereksperimen dalam lingkungannya, dan apabila orang tua dan guru memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak, maka anak cenderung akan lebih banyak mempunyai inisiatif dalam menghadapi masalah yang ada di sekitarnya. Sebaliknya apabila anak selalu dihalangi keinginannya, dan dianggap pertanyaan atau apa saja yang dilakukan tidak ada artinya, maka anak akan selalu merasa bersalah.
  4. INDUSTRY vs INFERIORITY (6-11 tahun)
    Dimensi polaritasnya adalah: memperoleh perasaan gairah dan di pihak lain mengatasi perasaan rendah diri. Dalam hubungan sosial yang lebih luas, anak menyadari kebutuhan untuk mendapat tempat dalam kelompok seumurnya. Anak harus berjuang untuk mencapai hal tersebut. Bila dalam kenyataannya ia masih dianggap sebagai anak yang lebih kecil baik di mata orang tua maupun gurunya, maka akan berkembang perasaan rendah diri. Anak yang berkembang sebagai anak yang rendah diri, tidak akan pernah menyukai belajar atau melakukan tugas-tugas yang bersifat intelektual. Yang lebih parah, anak tidak akan percaya bahwa ia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.

3 Comments

Filed under psikologis anak